2017/4/6

Unik! Prefektur Kumamoto perkenalkan sumpit yang bisa dimakan

Inovasi terbaru kembali datang dari Jepang. Kali ini The Liaison Council of Activation Prefetur Kumamoto menciptakan sumpit yang bisa dimakan dengan bahan dasar rumput igusa yang biasa digunakan dalam membuat tatami atau tikar Jepang. Jadi, setelah makan Anda bisa sekalian menghabiskan sumpit yang sebelumnya digunakan untuk makan. Sumpit ini konon memiliki rasa seperti tatami, duh enak nggak ya?

 201704060319_1.jpg
Sumpit buatan tangan ini terlihat seperti sumpit biasa


201704060319_2.jpg
Tapi bisa dimakan


201704060319_3.jpg
Kemasan pembungkus sumpit yang didesain seperti tatami

Prefektur Kumamoto dikenal sebagai penghasil rumput igusa, yang pada masa jayanya mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan domestik Jepang. Namun jumlah petani rumput igusa dalam 40 tahun terakhir mengalami penurunan hingga 95%, dan saat ini 80% tatami yang dijual di Jepang adalah produk impor. Investigasi via Twitter menunjukkan bahwa postingan tentang tatami semakin berkurang tahun demi tahun.
 
Kelompok yang sama juga prihatin atas berkurangnya pembicaraan tentang tatami maupun penggunaan tatami dari kehidupan orang Jepang masa kini. Untuk menaikkan kembali pamor tatami, mereka meminta pabrik kembang gula Marushige dari Prefektur Aichi untuk memproduksi alat makan yang bisa dimakan. Para pengrajin membuat satu demi satu batang sumpit dengan adonan yang terbuat dari 100% rumput igusa Kumamoto sehingga hasil akhirnya terasa renyah saat dikunyah.
 
Sumpit ini tersedia di beberapa restoran dalam waktu yang terbatas, yaitu di restoran Rinya yang ada di Prefektur Kumamoto, restoran Umato yang menjual masakan khas Kumamoto di Tokyo, serta di restoran masakan Spanyol CASA Afeliz Ginza. Disebutkan bahwa mengonsumsi sepasang sumpit ini memiliki jumlah serat yang setara dengan satu piring salad. Hmm, sepertinya boleh dicoba nih!  

 201704060319_4.jpg
Menu khusus di CASA Afeliz Ginza, paella yang dicampur dengan rumput igusa