2017/6/30

Taksi di Jepang sediakan tur uji nyali mengunjungi tempat-tempat horor

Perusahaan taksi Sanwa Koutsu yang beroperasi di Jepang, tahun ini kembali membuka layanan popularnya “Going by Taxi, Spiritual Spot Pilgrimage Tour”, yaitu tur ke lokasi horor dengan menaiki taksi. Layanan ini dibuka dalam waktu yang terbatas, yaitu 23 Juli hingga 28 Agustus 2017.

201706300159_4.jpg

Tur ini terbagi menjadi beberapa kategori yaitu ganzo, honke, souke dan honpo. Lokasi tur ini meliputi daerah tujuan tahun lalu, yaitu “Yokohama” (Shin Yokohama) dan “Tama” (Hachioji), ditambah dengan program tur tahun lalu “Tur Lokasi Horor Terkenal” yang diganti menjadi paket tur baru yaitu “Toukyou” (Tokyo). Tahun ini Sanwa Koutsu juga menambahkan satu paket baru lagi yaitu “Fujimino” yang meliputi area Saitama. Dalam setiap paket perjalanan terdiri dari 7 lokasi horor dan pengemudi taksi akan memandu penumpang mengunjungi lokasi horor tersebut mulai dari yang terseram.


201706300159_5.jpg
Paket tur Yokohama dan Tama


201706300159_6.jpg
Paket tur Toukyou dan Fujimino

Keikutsertaan dalam tur ini dilakukan dengan sistem undian. Orang yang berminat untuk berpartisipasi dalam tur ini bisa melakukan reservasi ketika hitung mundur di website Sanwa Koutsu berakhir, tepatnya pada 1 Juli 2017 pukul 10.00 waktu Jepang. Nama-nama peserta yang "beruntung" selanjutnya diumumkan melalui channel Sanwa Koutsu di Nico-Nico Live pada tanggal 14 Juli 2017. Walau kuantitas perjalanan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, secara kualitas bisa dibilang lebih seram.

Tahun lalu Redaksi Netolabo Jepang berkesempatan untuk mencicipi kengerian tur ini, kala itu rekan seperjalanan mendengar suara langkah kaki yang tidak terdengar oleh Redaksi sendiri, bahkan setelah pulang pun Redaksi merasakan sensasi dingin dan berkeringat. Saat mencoba googling, lokasi horor tersebut ternyata masuk dalam kategori lokasi yang sebaiknya tidak didatangi. Meskipun penyelenggara melakukan berbagai pencegahan dari kemungkinan terburuk, seperti pembersihan taksi yang digunakan untuk tur, atau memberikan garam untuk pembersihan diri di akhir tur, sebaiknya tur ini tidak diikuti oleh orang yang indera keenamnya sensitif.