2017/11/2

Jual puding “jadul” berukuran tak lazim, toko puding di kota Nara Jepang ini jadi terkenal

Nara adalah ibukota Jepang di masa lampau. Di kota ini, waktu seolah terhenti karena banyaknya kuil-kuil tua dan bangunan-bangunan bersejarah yang menghiasi penjuru kota. Di kota Nara yang bernuansa tempo dulu inilah terdapat sebuah toko khusus yang menjual puding, makanan pencuci mulut favorit berbagai kalangan di Jepang, pria maupun wanita, tua maupun muda. Nama toko itu adalah Mahoroba Great Buddha Pudding Honpo. Dari bangunan toko utamanya yang berbentuk puding saja dapat dipahami bahwa toko ini penuh passion untuk sajian puding yang lezat.


Bangunan Cafe Pudding no Mori yang merupakan toko pusat Mahoroba Great Buddha Pudding Honpo.
Bangunan berbentuk silinder adalah kafe dan toko, sedangkan bangunan yang persegi adalah sebuah workshop

Redaksi Netolabo Jepang pun berkesempatan untuk berbincang dengan direktur Mahoroba Great Buddha Pudding Honpo, Hiroshi Takagishi. Sebelum memulai bisnis ini, Hiroshi dan istrinya pernah membuka sebuah restoran pasta di sebuah pertokoan di Nara. Hiroshi kemudian melihat peluang ketika sang istri berkata “Saya ingin membuat puding yang diajarkan oleh ibu!”. Selanjutnya dia membuat ulang resepnya dan mencoba menjual pudingnya di restoran. Karena konsep puding biasa kurang menarik, Hiroshi lalu berkreasi dengan membuat dua jenis puding yang kini dikenal dengan nama Melting Pudding dan Bucket Pudding.

Waktu masih kecil saya ingin mencoba makan puding sepuasnya,” kenang Hiroshi. Setelah bertanya pada orang-orang di sekitarnya dan mengetahui bahwa makan puding sepuasnya adalah impian setiap orang, Hiroshi makin terdorong untuk membuat puding berukuran besar. Seperti namanya, Bucket Pudding memiliki ukuran jumbo dan bisa dimakan beramai-ramai, sedangkan Melting Pudding adalah puding ukuran regular yang dibuat dengan tema “hadiah untuk diri sendiri”. Seiring dengan kepopuleran puding ini, permintaan pelanggan untuk membawa pulang atau menjadikannya sebagai oleh-oleh pun semakin bertambah, sehingga keduanya kini dikemas dalam botol kaca. 


Puding custard Mahoroba Great Buddha Pudding dalam kemasan botol kaca.
Botol kecil: ¥300 / 80 ml (sekitar Rp35.000,-), botol besar: ¥800 / 500 ml (sekitar Rp 95.000,-)

Karena sulit untuk membayangkan ukuran aslinya bila hanya lewat foto, mari kita bandingkan ukuran keduanya dengan botol pet berukuran 350 ml. Bisa dilihat bahwa puding dalam wadah berukuran besar tingginya nyaris mencapai bagian bawah tutup botol pet, isinya pun sangat banyak.


Ukurannya jumbo!

Kedua botol selanjutnya diletakkan bersebelahan dan ternyata kemasannya juga lucu. Bila diperhatikan baik-baik, warna kedua puding ini juga agak berbeda.

 
Setelah dijajarkan, terlihat perbedaan pada bentuk dan warnanya

Bucket Pudding disebut-sebut memiliki cita rasa khas puding buatan ibu-ibu di era Showa (1926-1989). Puding jadul ini memiliki cita rasa yang manis, dengan bahan dasar susu yang dikukus hingga mengeras. Sedangkan, Melting Pudding adalah puding dengan cita rasa khas ibu-ibu di era Heisei (1989~) yang kekinian. Puding ini memiliki tekstur silky dengan rasa creamy yang kaya. 


Puding custard Mahoroba Great Buddha Pudding (botol besar) adalah hidangan jadul bercita rasa penuh nostalgia dengan aksen berupa saus karamel yang manis-pahit

Berawal dari hidangan penutup di restoran pasta, puding ini kini telah dijual di 6 gerai yang ada di kota Nara dan sudah tersedia dalam 8 varian, yaitu 6 varian botol kecil dan 2 varian botol besar. Hiroshi yang akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya untuk memperkenalkan Nara lewat puding pun berkata, “Ini adalah kehidupan saya bersama puding. Ketika akhirnya memutuskan untuk membuka toko di atas lahan sendiri dua tahun yang lalu, saya membuat toko ini berbentuk puding untuk menunjukkan rasa syukur”.


Mobilnya pun berwarna puding

Tak hanya punya passion karena menyukai puding, Hiroshi juga memiliki apresiasi terhadap makanan tersebut.

CATEGORIES