2017/12/9

Unik, produsen makanan laut Jepang ini menjual lobster yang dikemas menyerupai kemasan plastic model

Pernahkah Anda makan lobster? Di Jepang, lobster (dikenal dengan nama ise ebi) lebih banyak dikonsumsi mentah dalam hidangan sashimi. Selain harganya mahal, porsinya yang besar kadang membuat orang berpikir sebelum membelinya. Karena itu, online shop Kaisho (produsen makanan laut yang terletak di kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka) mendapat ide menjual lobster dalam kemasan dus untuk porsi 1 orang yang diberi nama “Lobster for dinner to one person”.



Kemasan lobster menyerupai dus plastic model



Contoh penyajiannya (sumber gambar: website Kaisho)

“Lobster for dinner to one person” merupakan satu set hidangan sashimi lobster yang cara hidangannya bisa diatur sesuai kehendak pembeli. Siapa saja kini bisa menikmati hidangan mahal yang biasanya hanya ditemukan di restoran mewah tersebut di rumah masing-masing.

Sashimi lobster dalam kemasan dus dengan berat 39 gram ini dijual seharga 4298 Yen termasuk pajak (sekitar Rp 540.000). Satu kemasan dus berisi kepala lobster, daging, dan ekor lobster. Lobster akan dikirim dalam keadaan beku ke alamat pemesan.


Isi terdiri dari beberapa potongan tubuh lobster

Pengemasan dan isi “Lobster for dinner to one person” dibuat unik menyerupai kemasan plactic model (mainan rakitan). Dalam website-nya, tertulis sejarah pengembangan produk yang bertema tentara yang kira-kira berbunyi:

“Tim pengembangan KAISHO mulai mendistribusikan peralatan menangkap lobster sebagai latihan bagi tentara bayaran untuk menjalankan misi.”


“Tameng berwarna merah kecoklatan dan sepasang antena pencari musuh yang menempel pada cangkang kerasnya membuat lobster diperdagangkan dengan harga tinggi di pasaran. Karena itu, pemasaran lobster ke daerah pemukiman penduduk sangat kecil. Namun kami pasukan tentara KAISHO - GCFS memiliki kemampuan untuk menangani lobster dengan aman dan tanpa rasa takut.”

“Lobster ini menggunakan lobster dari Filipina yang telah dicabut bagian antenanya, sehingga dapat didistribusikan lebih banyak oleh pasukan kami dengan biaya yang rendah. Tim pengembangan kami menamakannya sebagai lobster “Tanpa Kumis”.

“Kepada semua prajurit, sukseskan misi penangkapan lobster!”