2017/12/16

Ilusi optik “Bent Blind” membuat garis bergelombang terlihat zig-zag. Ini penjelasan lengkapnya!

Masih ingat dengan gambar ilusi optik “Bent Blind” yang memenangkan kontes ilustrasi tahunan di Jepang, “The 8th Illusion Contest” pada tahun 2016? (baca: artikel terkait)

Gambar yang dibuat oleh Kosuke Takahashi, Asisten Profesor Fakultas Psikologi dari Universitas Chukyo, memperlihatkan garis bergelombang yang terlihat zig-zag. Kini makalah penelitian tentang “Bent Blind” tersebut diumumkan.
 
“Bent Blind” karya Kosuke Takahashi
 

Gambar ilusi optik “Bent Blind” menggunakan latar dengan 3 warna berbeda: putih, abu-abu, dan hitam. Di atasnya terdapat garis dengan bermacam-macam bentuk, padahal semuanya sama-sama gambar garis bergelombang yang terlihat berubah bentuk mengikuti warna latar.
 
Walaupun sulit dipercaya, Asisten Profesor Takahashi sendiri mengatakan bahwa jumlah ilusi (jumlah kesalahan yang disebabkan oleh ilusi optik) pada gambar ilusi terlalu besar, sehingga walaupun mencoba melihat salah satu bagian gambar di satu latar saja, garis tetap tidak terlihat bergelombang.


Walau sudah diperbesar, tetap terlihat garis yang berbeda

Alasan mengapa garis bergelombang terlihat seperti garis patah-patah adalah “Karena di bagian yang melengkung ada bagian yang gelap dan terang”. Menurut Asisten Profesor Takahashi, warna garis dan warna latar menghasilkan efek multi yang mengakibatkan garis gelombang jadi terlihat patah-patah.
 
Dalam makalahnya, melalui 3 eksperimen dapat diketahui apa saja faktor dan mekanisme ilusi, pengaruh posisi dimana warna garis berubah, efek warna latar belakang, mana yang lebih dominan antara warna garis dan warna latar, dll.

Tabel perbandingan warna dan garis lengkung.
Bagian yang diberi garis tebal adalah penyebab terjadinya ilusi optik.

Tabel di atas membandingkan sudut tikungan garis bergelombang dan posisi perubahan warna. Garis di sebelah kiri adalah garis bergelombang, sedangkan garis di sebelah kanan adalah garis patah-patah. Bagian yang diberi garis tebal di sebelah kiri menjadi penyebab terjadinya ilusi pada garis.
 
Sedangkan tabel di bawah ini menjelaskan “Efeknya akan berkurang jika garis bergelombang dibuat terlalu tinggi atau terlalu rendah”, “Posisi tempat terjadinya perubahan warna sangat penting”, dan “Efek yang sama akan dihasilkan jika menambahkan sebuah titik ke bagian simpul di atas dan di bawah kurva”.


Tabel perbandingan warna dan latar. Bagian yang
diberi garis tebal menjadi penyebab terjadinya ilusi optik.

Selanjutnya, bandingkan warna latar belakang dan kontas di balik garis bergelombang. Di bagian kiri adalah garis bergelombang, sedangkan di kanan adalah garis patah-patah. Bagian yang dikelilingi garis tebal menjadi warna latar yang menyebabkan terjadinya ilusi optik.
 
Melalui tabel ini dapat dijelaskan bahwa “warna abu pada latar belakang memegang peranan penting, karena warna latar hitam dan putih tidak terlalu memberikan efek ilusi”, “Menukar warna garis sangat penting, karena ketebalan warna garis tidak ada kaitannya dengan efek ilusi”.
 
Selain itu, dalam makalah yang sama juga dijelaskan hasil dari eksperimen yang menjelaskan “ketika warna latar belakang diganti ketika menggambar garis horisontal, masing-masing akan memperlihatkan efek yang sinergis dan menghasilkan efek ilusi yang kuat”.

Melalui akun Twitter-nya, Asisten Profesor Takahashi juga memperkenalkan skripsi tentang Bent Blind yang bisa menggerakkan warna garis ke kiri dan kanan. Selain jadi lebih banyak mengerti tentang rahasia dibalik ilusi optik, pembaca juga bisa menikmati saat-saat matanya tertipu melihat sebuah objek.