2018/7/3

Perjalanan bersepeda seru ke “Tsukuba Rin Rin Road”, bekas jalur kereta yang terbengkalai 30 tahun lalu

 *Artikel ini diedit dari “Catatan Kehidupan Tomatoman” yang ditulis tanggal 11 Mei 2018. Harap dicatat bahwa deskripsi yang tertulis kemungkinan berbeda dengan informasi terbaru saat ini.


Tsukuba Kasumigaura Rin Rin Road (foto pada bulan Mei 2018)

Pada bulan Mei 2018, saya pergi ke Tsukuba Kasumigaura Rin Rin Road (selanjutnya disebut Rin Rin Road), bekas jalur kereta “Tsukuba” di Prefektur Ibaraki yang kini diubah jadi jalur khusus bersepeda. Sudah hampir 1 tahun saya tidak naik sepeda. Saya termasuk orang yang tidak tahan bersepeda di tempat menanjak, tapi di tempat ini main sepeda sangat mudah karena jalanannya datar. Apalagi di jalan ini juga tidak ada kendaraan karena telah jadi jalur khusus sepeda. Selain itu juga ada bekas jalur kereta, dan lumayan dekat diakses dari Tokyo.

Kalau kita berlari lurus terus ke depan, semua kepenatan hidup rasanya hilang sekejap. Tempat ini benar-benar sangat menyenangkan!

Dimulai dari Stasiun Tsuchiura


Untuk mengakses Rin Rin Road dari Tokyo, bisa naik kereta JR Joban Line dari Stasiun Ueno menuju Stasiun Tsuchiura. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam.

Setelah sampai di Stasiun Tsuchiura, saya melihat banyak orang yang memasang sepeda lipatnya. Mungkin ada sekitar 20 orang. Tujuan mereka tidak berbeda dengan saya, yaitu menuju Rin Rin Road. Rin Rin Road merupakan gabungan bekas jalur kereta Tsukuba dan jalan di sepanjang Danau Kasumigaura yang kini telah diubah jadi jalur khusus sepeda sepanjang kira-kira 180 km.

Tujuan perjalanan saya adalah mencari jejak kereta Tsukuba dan menelusurinya menggunakan sepeda. Jejak tersebut dimulai dari Tsuchiura menuju pemberentian terakhir, Iwase di jalur JR Mito Line.


Jalanan di sepanjang Rin Rin Road terpelihara dengan baik.
Dari dekat ukuran lebar jalan terlihat seperti rel kereta tunggal.


Permukaan jalan Rin Rin Road sangat datar sehingga mudah untuk mengayuh sepeda. Sebagai informasi, jalur kereta Tsukuba dibuka pada tahun 1918 di Periode Taisho sebagai jalur kereta wisata menuju Gunung Tsukuba. Di sekitarnya tidak ada gunung atau bangunan tinggi selain Gunung Tsukuba, sehingga orang-orang saat itu bisa menikmati pemandangan pedesaan yang asri dari jendela kereta, atau bahkan menunjuk Gunung Tsukuba langsung dari balik jendela.


Mungkinkah itu Gunung Tsukuba?



Banyak lahan sawah, juga suara katak

Bekas jejak Kereta Tsukuba


Bekas jejak kereta Tsukuba ternyata ada banyak. Diantaranya ada peron stasiun, Kilo Post (tanda jarak), dan bekas perlintasan kereta. Ada juga beberapa tempat yang kini masih digunakan seperti peron yang dijadikan tempat beristirahat, atau bangunan bekas stasiun yang dijadikan terimal bus. Namun sebagian besar jejak lainnya hampir tidak terpelihara.


Bekas Stasiun Shin Tsuchiura lama. Bekas Stasiun Manabe yang diubah jadi
stasiun alternative untuk pengangkutan barang pada tahun 1959.



Bekas Stasiun Mushikake, yang tersisa hanya peron ke arah Tsuchiura



Bekas Stasiun Hitachi Fujisawa, kini dijadikan sebagai fasilitas peristirahatan



Kilo Post dari kayu tertulis angka 8 yang menunjukkan jarak dari titik awal (Tsuchiura)

 

Di bagian peron bekas Stasiun Amabiki, bangku-bangku terlihat tersembunyi di balik rumput. Sejak ditinggalkan pada tahun 1987, tempat tersebut sudah terbengkalai selama 30 tahun. Saya merasakan perjalanan waktu.


Di peron bekas Stasiun Amabiki ada satu bangku ditumbuhi rumput



Papan penunjuk di dekat bekas Stasiun Mushikake.
Namun QR code-nya sudah tak dapat diakses.

Kembali ke topik Rin Rin Road. Bagi yang tidak tahu mungkin akan berpendapat apa enaknya bersepeda di jalur rata dan lurus? Atau mungkin ada yang merasa tertantang dengan naik sepeda di jalan menanjak. Tapi saat bersepeda di tempat ini, bayangkanlah kalau Anda sedang berlari di atas jalur kereta. Rasa menyenangkannya 800 kali lipat! (menurut ukuran penulis)


Jalan luruuuuus dan panjang. Pohon sakura yang berderet di pinggir jalan
ditanam oleh warga sekitar. Saat musim semi pemandangannya sangat cantik.



Rute untuk mengitari Kastil Oda yang merupakan situs bersejarah kota Tsukuba



Setelah terbengkalai, bekas Stasiun Sakayori digunakan untuk perluasan jalan.
Jalur Rin Rin Road yang rusak hanya ada ditempat ini saja.

 

Tsukuba Railway berhenti beroperasi seiring perkembangan motorisasi, dan menjadi jalur mati bersamaan dengan pembentukan JR (Japan Railway)


Jalur kereta Tsukuba dibuka pada tahun 1918 diantara Tsuchiura dan Iwase. Kereta dipadati penumpang turis puncaknya pada tahun 1965 yang kebanyakan bertujuan mengunjungi Gunung Tsukuba. Namun setelah itu pengembangan jalan raya dan pesatnya pertumbuhan penggunaan mobil pribadi menyebabkan pengguna kereta api menurun drastis. Pada tanggal 31 Maret 1987, bersamaan dengan privatisasi kereta api nasional, jalur kereta Tsukuba Railway berhenti digunakan.


Bagian depan bekas Stasiun Tsukuba digunakan menjadi
terminal bus Tsukuba Yamaguchi

Untuk mengenang jalur kereta Tsukuba, saat ini sedang digelar pameran khusus “Remembrance of Tsukuba Railway” yang diadakan di Museum Sejarah Makabe Denshokan, kota Sakuragawa, hingga tanggal 2 September 2018 mendatang. Di museum tersebut dipamerkan sejumlah bahan sejarah yang disediakan oleh penduduk setempat, seperti jadwal dan tiket stasiun, selebaran gerakan perlawanan terhadap penutupan jalur ketera, dll.


Poster pameran khusus “Remembrance of Tsukuba Railway”

Setelah 30 tahun ditinggalkan, perlahan-lahan jalur kereta Tsukuba mulai dilupakan oleh penduduk setempat.


Fasilitas peristirahatan Makabe yang luas. Kedai soba yang ada di dekat stasiun
sepertinya masih buka sampai saat ini



Jejak bekas peron Stasiun Makabe. Pohon sakura yang ditanam
di era Taisho menjadi saksi di masa perang.

 

Tiba di titik terakhir Iwase yang berdekatan dengan tempat parkir


Saya tiba di titik terakhir Rin Rin Road yang merupakan pemberhentian terakhir jalur kereta Tsukuba, yaitu Stasiun Iwase pada pukul 16:00 sore.

Tempat terakhir ini menjadi tempat parkir yang berdekatan dengan stasiun. Di sini tidak ada apa-apa, dan gerbang tiket dari Mito Line ada di sebrang jalur. Saya sempat berpikir kenapa harus dibuat di sebrang, sangat merepotkan. Tapi setelah memeriksanya, ternyata tempat parkir ini dulu adalah bekas peron Stasiun Iwase dan bekas jalur kereta Tsukuba.


Stasiun Iwase. Titik terakhir Rin Rin Road adalah tempat parkir
yang menjadi peron dan jalur kereta Tsukuba.

 


Jarak tempuh sekitar 40 km dengan pemandangan serupa sepanjang jalan

Saat hendak meninggalkan lokasi dan melipat sepeda ke dalam tas, saya disapa oleh penduduk setempat yang merasa keheranan melihat sepeda lipat. Tapi setelah itu malah diajak ngobrol bahkan curhat asmara. Yang jelas, penduduk di sana membuat hati terhibur.

Jadi, kalau Anda punya masalah hidup dan kepenatan, datang saja ke Tsukuba Rin Rin Road. Tempat yang sangat indah!


Sepeda favorit saya

 

CATEGORIES